kehidupan sosial
Sabtu, 04 Januari 2014
Selasa, 17 Desember 2013
Speaking
FELLDOWN
TO A SMALL RIVER
I would like to tell you about my disgraceful day in my life.
The
disgraceful story happended about 3 years ago. Exactly, in 2011. One day,
my father instructed me to send a
message to my aunt. I didn’t think anything. I only sent a message to my aunt. After
few minutes, my mobile phone rang. I immediately took and answered it. The
intonation and the word from my aunt, I knew My aunt was very angry to me. She
humiliated my father too. I asked to my aunt. What did wrong with me ?
why did you very angry to me and my father ? she answered that my messsage to
my aunt didn’t polite. I recognized about it. I tried to explain my message. I
didn’t intend to make my aunt angry. I tried to say sorry to her, but there
wasn’t answer.
I was very confuse about the problem. I
thought I must go to my sister’s home to tell about the problem. I cried when I
told about it to my sister. My sister said that you might say about this
problem to your father because this problem related with him. You only did what
your father instruct to you. So, you didn’t frighten about it. I felt be better
than previous. I said thanks to her because she have given me advise and
solution.
After
that I went home pass the roadfield.
It’s because my eyes swelling and reddish. The road broke. And in the
side of road ,there was a small river. I was driving my motorcycle
carefully. But , It’s because my thought
distrub about that problem. Suddenly, broakkkkk....... I feeldown to the small
river. My clothes wet and my mobile phone also off. I looked at to upwards,
many people bore their laugh. I was so shy. My eyes swelling and reddish, My clothes
and my mobile phone wet and my sandal lost in the mud. I tried to find it. And
It could be find. Fortunately, my motorcycle didn’t break. Many people in that
place helped to arouse me and my motorcyle. I said thanks to them and I tried
to drive my motorcycle again. That day is the disgraceful day in my life. Until
now, I can’t forget about that day. When I tried to remember, I was so shy. I
hope in my future, I won’t find disgraceful day again.
I
think enough, thank for your attention. Bye bye
Senin, 17 September 2012
Natural
AGROWISATA KEBUN TEH WONOSARI MALANG
Kebun teh Wonosari merupakan Agrowisata kebun teh yang berada sekitar 30 km arah utara Kota Malang. Posisinya, tepat berada di kaki Gunung Arjuno di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Selain menyajikan pemandangan khas hamparan kebun teh, agrowisata ini juga menyuguhi pengetahuan soal teh, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.
Menarik sekali, karena selama ini banyak orang tidak mengetahui proses pembuatan teh. Mulai dari daun teh yang dipetik kemudian mengalami proses hingga akhirnya bisa diseduh dalam cangkir.
Namun, aktivitas para wanita paruh baya memetik daun teh hingga proses pengolahan di pabrik lingkup PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) ini, hanya bisa dinikmati hari biasa/kerja (weekday). Bila belibur pada hari libur atau akhir pekan, aktivitas pengolahan teh seperti ini tidak bisa didapat.
Untuk mencapainya agrowisata berjarak sekitar 60 km arah Tenggara Kota Surabaya ini juga mudah. Jika tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menggunakan angkutan umum dari Kota Malang ke arah Surabaya atau sebaliknya.
Pertengahan jalan atau tepatnya di terminal Lawang (Jalan Raya Surabaya-Malang), ganti angkutan yang khusus menuju Wonosari sekitar 6 km. Jalannya cukup bagus, menanjak, dan rada berkelok-kelok. Di terminal, selain ada angkutan khusus ke kawasan tersebut, biasanya ada carteran kendaraan yang bisa kita sewa kalau memang datang satu rombongan. Biasanya tarif yang digunakan sekali jalan hanya Rp25 ribu.
Di Wisata Agro Wonosari telah tersedia jaringan internet nirkabel (WiFi), "Hot Spot Area" tersebar di kawasan : Aula Java Cocoa, Restoran, Lapangan Tenis, "Playground", Wisma Camelia, Wisma Coffee, Aula Santoon, Area Parkir, Lapangan Bola dan sekitar Pabrik. Dimana tarif kamarnya berkisar Rp160 ribu hingga Rp300 ribu per kamar.
Fasilitas ini untuk kemudahan wisatawan dalam melakukan akses internet sambil berwisata. Pada "weekday" wisatawan bisa menikmati kegiatan/acara: "outbond", paket "meeting", wisata kebun dan pabrik atau keliling kebun dengan ATV yang tarifnya Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung jalur dilalaui.
Memasuki kawasan ini, kesegaran udara sangat terasa sekali. Hanya dengan Rp5.000 per orang dan Rp2.500 untuk biaya parkir mobil, turis sudah bisa masuk dan bebas untuk menikmati kekayaan alam di seluruh kawasan kebun teh ini.
Tak heran, dengan indahnya alam kebun teh Wonosari ini, banyak orang Belanda, AS, Jerman, Australia, Jepang dan wisatawan asing lainnya yang seringkali datang di kawasan ini dan tinggal cukup lama. Ada yang sampai dua pekan menginap di kamar hotel yang memang sengaja disediakan untuk wisatawan.
Para wisatawan asing ini selain melakukan "tea walk", mereka lebih mengutamakan untuk mengunjungi pabrik teh yang dibangun zaman Belanda. Mereka biasanya suka dengan proses pembuatan teh. Kadang mereka seharian minum teh langsung dari pabriknya dan membawa pulang teh olahan Wonosari ini.
Agrowisata Wonosari merupakan kawasan kebun teh pertama di Jawa Timur yang dikonsep menjadi wisata kebun. Ide ini muncul dari almarhum Soebiarto, mantan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Direksi PTPN XII pada tahun 1998.
Kebun teh Wonosari juga merupakan aplikasi dari uji coba Agrowisata Kali Klathak di Banyuwangi, Jawa Timur. Pengelola mengajak wisatawan ke kebun bersejarah itu, untuk mengenali dunia tanaman, khususnya teh. Oleh sebab itu, manajemen membidik komunitas penggemar teh sebagai pangsa pasarnya.
sumber : http://www.antarajatim.com/lihat/berita/25552/kebun-teh-wonosari-tawarkan-sensasi-lain
Kebun teh Wonosari merupakan Agrowisata kebun teh yang berada sekitar 30 km arah utara Kota Malang. Posisinya, tepat berada di kaki Gunung Arjuno di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari dan Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Selain menyajikan pemandangan khas hamparan kebun teh, agrowisata ini juga menyuguhi pengetahuan soal teh, yakni pemetikan daun teh sampai proses akhir hingga produk berada di tangan konsumen.
Menarik sekali, karena selama ini banyak orang tidak mengetahui proses pembuatan teh. Mulai dari daun teh yang dipetik kemudian mengalami proses hingga akhirnya bisa diseduh dalam cangkir.
Namun, aktivitas para wanita paruh baya memetik daun teh hingga proses pengolahan di pabrik lingkup PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) ini, hanya bisa dinikmati hari biasa/kerja (weekday). Bila belibur pada hari libur atau akhir pekan, aktivitas pengolahan teh seperti ini tidak bisa didapat.
Untuk mencapainya agrowisata berjarak sekitar 60 km arah Tenggara Kota Surabaya ini juga mudah. Jika tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menggunakan angkutan umum dari Kota Malang ke arah Surabaya atau sebaliknya.
Pertengahan jalan atau tepatnya di terminal Lawang (Jalan Raya Surabaya-Malang), ganti angkutan yang khusus menuju Wonosari sekitar 6 km. Jalannya cukup bagus, menanjak, dan rada berkelok-kelok. Di terminal, selain ada angkutan khusus ke kawasan tersebut, biasanya ada carteran kendaraan yang bisa kita sewa kalau memang datang satu rombongan. Biasanya tarif yang digunakan sekali jalan hanya Rp25 ribu.
Di Wisata Agro Wonosari telah tersedia jaringan internet nirkabel (WiFi), "Hot Spot Area" tersebar di kawasan : Aula Java Cocoa, Restoran, Lapangan Tenis, "Playground", Wisma Camelia, Wisma Coffee, Aula Santoon, Area Parkir, Lapangan Bola dan sekitar Pabrik. Dimana tarif kamarnya berkisar Rp160 ribu hingga Rp300 ribu per kamar.
Fasilitas ini untuk kemudahan wisatawan dalam melakukan akses internet sambil berwisata. Pada "weekday" wisatawan bisa menikmati kegiatan/acara: "outbond", paket "meeting", wisata kebun dan pabrik atau keliling kebun dengan ATV yang tarifnya Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung jalur dilalaui.
Memasuki kawasan ini, kesegaran udara sangat terasa sekali. Hanya dengan Rp5.000 per orang dan Rp2.500 untuk biaya parkir mobil, turis sudah bisa masuk dan bebas untuk menikmati kekayaan alam di seluruh kawasan kebun teh ini.
Tak heran, dengan indahnya alam kebun teh Wonosari ini, banyak orang Belanda, AS, Jerman, Australia, Jepang dan wisatawan asing lainnya yang seringkali datang di kawasan ini dan tinggal cukup lama. Ada yang sampai dua pekan menginap di kamar hotel yang memang sengaja disediakan untuk wisatawan.
Para wisatawan asing ini selain melakukan "tea walk", mereka lebih mengutamakan untuk mengunjungi pabrik teh yang dibangun zaman Belanda. Mereka biasanya suka dengan proses pembuatan teh. Kadang mereka seharian minum teh langsung dari pabriknya dan membawa pulang teh olahan Wonosari ini.
Agrowisata Wonosari merupakan kawasan kebun teh pertama di Jawa Timur yang dikonsep menjadi wisata kebun. Ide ini muncul dari almarhum Soebiarto, mantan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Direksi PTPN XII pada tahun 1998.
Kebun teh Wonosari juga merupakan aplikasi dari uji coba Agrowisata Kali Klathak di Banyuwangi, Jawa Timur. Pengelola mengajak wisatawan ke kebun bersejarah itu, untuk mengenali dunia tanaman, khususnya teh. Oleh sebab itu, manajemen membidik komunitas penggemar teh sebagai pangsa pasarnya.
sumber : http://www.antarajatim.com/lihat/berita/25552/kebun-teh-wonosari-tawarkan-sensasi-lain
Rabu, 12 September 2012
MY MEMORY
PERJALANAN KE AGRO WISATA WONOSARI MALANG.Tahap 1
Aku berangkat dari rumah ku sekitar jam 20.30. Dan ternyata disana aku udah terlambat teman - temanku sudah datang. Lalu aku langsung mengambil absensi,setelah itu aku ikut bergabung dengan teman - teman ku di pangkalan SMK 17 AGT 45 Cluring.
Semua murid yang ikut KKI dibagi menjadi 8 kelompok. Dan aku pada kelompok 2. Dan kebagian bus no. 2. setelah tahu kelompoknya masing -masing. semua murid langsung naik bus. dan akhirnya ... berangkat pada pukul 23.00. dari sekolah.
kurang lebih 2 jam perjalanan. Bus 2, bus yang aku dan temen - temen tumpangi berhenti di POM Jember. Dan pada saat itu aku sedang tidur. setelah aku sadar,bahwa bus kami berhenti. begh..... aku langsung uopsssss...muntah (mabok). Untung ada teman ku yang bantu aku,dia sediain kresek buat wadah muntahanku. Dan dia juga pijatin leher aku. uh..... dia baik banget.
Langganan:
Postingan (Atom)